<!----><head> Page Not Found
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inspirasi L. Mittal Dengan Baja Dan Akuisi Archelor - Part 4

penguasaan archelor oleh mittal


Inspirasi Mittal Akuisi Archelor

Mittal merupakan tipikal orang yang tidak cepat puas. Satu target terlampaui sederetan target sudah dibentangkan. Dia seperti tidak pernah kehabisan stamina dan kreatifitas.

Terus bergerak, berpikir dan membuat kejutan. Hidup ini seolah terlalu berharga untuk disia-siakan. Dan dia mengisi setiap waktu dengan karya yang bermakna dan bernilai ( dedikasi).

Apa yang membuat Lakhsmi Mittal terinspirasi menguasai Archelor ?

Archelor merupakan perusahaan baja papan atas dunia dan tahun 2001 sempat dinobatkan sebagai perusahaan baja nomer wahid dunia.

Persaingan usaha antara Archelor dan Mittal Steel terus berlangsung dan saling mengejar ketertinggalan, dimana posisi Mittal Steel dengan peringkat kedua dunia tahun 2002 ingin mengejar ketertinggalan.

Seperti diibaratkan balapan moto GP. Mittal membayang-bayangi persis dibelakang Archelor dan selama 4 tahun 2002-2006 akselerasi Mittal lebih cepat dibandingkan Archelor sehingga puncaknya tahun 2006 Archelor berhasil di salip dan dicaplok oleh Mittal steel.

Inspirasi Mittal dengan Archelor adalah ingin menjadikan perusahaan baja global dan menunjukkan bahwa gebrakan India yang ingusan atau anak baru kemarin sore ingin mencaplok Eropa yang sok mapan dan maju. 

Disini memperlihatkan konsistensinya bahwa orang India saja bisa menjadi papan atas usaha dunia dan Indonesia seharusnya mengambil pelajaran berharga dari usaha beliau.


Bagaimana sejarah Archelor ?

Archelor merupakan hasil merger tiga perusahaan baja Eropa yaitu Perancis (Usinor), Luksemburg (Arbed), Spanyol (Aceralia) pada tahun 2001. Merger menjadi Archelor dipengaruhi oleh dampak krisis ekonomi tahun 1980 an.

Para pemimpin Eropa tidak ingin pabrik baja mereka gulung tikar, baja merupakan salah satu produk yang mendapat proteksi di Eropa dan strategis seperti hasil pertanian dan minyak bumi. Sehingga bernuansa politis.

Kepemilikan Archelor sahamnya dimilik 4 negara yaitu: Perancis, Luksemburg, Spanyol, Belgia. Sehingga keempat negara menyuntikkan modal segar supaya Archelor bertahan dari krisis dan menjadi papan atas dunia.

Apa strategi Mittal dalam mengakuisi Achelor ?


Jumat malam, 13 Januari 2006, Lakshmi Mittal mengundang Guy Dolle, Chief Executive Officer (CEO) Arcelor untuk dinner pribadi, di rumah kediaman Mittal yang megah dan mentereng, di Kensington Palace Garden, kawasan super mewah London.

Di kawasan itu Putri Diana pernah tinggal. Mittal pernah membeli mansion dengan 12 kamar tidur pada tahun 2004 dengan harga US$ 128 juta atau Rp. 1,3 triliyun, dari juragan balap F1 Bernie Ecclestone. Dia bertetangga dengan Raja Fahd (Saudi Arabia), Sultan Hasanal Bolkiah, dll.

Meski diundang makan malam, Dollie tidak menolak dan curiga karena undangan makan malam itu akan membuka rangkaian proses negosiasi selama 5 bulan yang akan menentukan hitam putih posisi Archelor.

Ketika makan malam dimulai, ditandai menyeruput minuman pembuka, Mittal melontarkan pertanyaan yang tak pernah diduga oleh Dolle: "Mengapa Archelor dan Mittal Steel tidak merger saja?"

Dolle terperanjat, dengan batuk tersedak disaat minum, namun dia berusaha tampil tenang. Dolle tahu betul, merger dan akuisisi merupakan amunisi Mittal dalam mengembangkan bisnis imperiumnya.

Dolle pintar menyiasati keadaan dan dia berusaha mengalihkan pembicaraan ke tema lain serta melanjutkan menikmati dinner dan tidak menjanjikan komitmen apa - apa. Namun Mittal adalah seorang negosiasi ulung yang tidak mau mangsanya lepas dari cengkramannya.

Artikel lain: Inspirasi Mardji Dengan Restoran Sea Food

Mittal membujuk Dolle seperti dikutip majalah Time: "Saya bilang 75% merger gagal karena perbedaan kultur". 

Namun Mittal menyakinkan bahwa ada kebutuhan yang sangat penting yang membuat keduanya harus mencapai titik temu atau visi bersama. 

Inti makan malam di Kengiston Palace adalah sekedar sharing basa-basi namun menjurus kearah to the point. Dan Mittal menjanjikan akan menghubungi Dolle lagi dalam beberapa hari kemudian.

Tepat 26 Januari 2006, Mittal menelpon ponsel Dolle, yang sedang berada di Bandara Frank Furt Jerman untuk terbang ke Toronto, Kanada. Perusahaannya menawarkan harga US$ 22,6 miliar ( Rp. 203 triliyun). Untuk mengambil alih Archelor. 

Majalah Time menyebut angka itu sebagai penawaran yang sangat melecehkan dalam sejarah Eropa.


Apa reaksi para politikus Mengetahui pembelian Archelor oleh Dolle ?


Menteri keuangan Perancis Thiery Breton, menuding Mittal punya masalah dengan masalah tata bahasa. Dengan kata lain, cara Mittal menyampaikan penawaran dinilai tidak memahami tata krama yang berlaku dalam kultur Eropa.

Langkah Mittal dinilai salah karena tanpa melakukan pendekatan dulu ke manajemen. Dilihat sebagai upaya orang India yang masih ingusan untuk menggusur Eropa yang sudah mapan. Bagi kebanyakan orang hal tersebut dianggap kasar dan tidak tahu diri.

Perdana Menteri Perancis, Dominique de Villepin ikut berkomentar di harian Le Monde tahun 2006, Dia menyerukan pentingnya patriotisme ekonomi untuk melindungi industri strategis dari predator asing.

Ketakutan Perancis atas serbuan bisnis warga India mirip ketakutan dunia ketiga atas penetrasi dan tekanan negara maju. Ironis kedengarannya, negara semaju Perancis begitu paranoid menghadapi manuver bisnis orang India yang masih ingusan.

Sedang Perdana Menteri Luksemburg, Jean Claude Juncker, menyatakan: "Tawaran Mittal bernuansa permusuhan". Sebab para pejabat tersebut mempunyai kepemilikan saham di Archelor.

Dolle semdiri menggalang oposisi publik mencemooh dan menolak tawaran Mittal. Pengusaha India ini dicemooh sebagai operator perusahaan baja kelas kacangan yang bisanya cuma membeli instalasi rongsokan dengan harga murah.

Mittal menanggapi celaan dan cemoohan dengan kepala dingin dan tersenyum. Karena dia orang yang mempunyai dedikasi dan ESQ yang tinggi.

Laporan majalah Gatra edisi Februari 2006 menuliskan bahwa kekawatiran Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar - besaran jika Arcelor dicaplok oleh Mittal. 

Kurang lebih ada 28.000 orang Perancis bekerja di Archelor. PHK memang salah satu strategi manajemen Mittal dalam mengakuisi sebuah perusahaan baja.

Jika Perancis dan Luksemburg menolak tawaran, maka lain dengan Belgia. Perdana Menteri Belgia, Guy Verhosfstadt menyatakan ingin lebih dulu mendengar informasi detail mengenai tawaran Mittal.

Apa untung ruginya jika Mittal menjadi perusahaan baja terbesar dunia? 

Menanggapi hal tersebut Mittal berusaha menyakinkan para politisi Eropa tentang manfaat merger untuk bersaing dengan China, katanya:

"Eropa butuh sektor baja yang kuat untuk bersaing dengan China" Seperti dikutip BBC News. Itulah kecerdikan Mittal menghadapkan Eropa dengan China.

Artikel Lain: Rincian Perjuangan Honda Dalam Usaha dan Inovasi

Menurut Patrick Ollier, presiden komite bidang ekonomi parlemen Perancis, tawaran Mittal adalah fenomena baru dalam globalisasi.

Uni Eropa dibentuk pada tahun 1950 bertujuan untuk mengatur produksi dan harga baja. Ketika terjadi krisis tahun 1980 an Eropa menyuntikkan dana segar.

Perkembangan terbaru setiap negara dilarang melakukan intervensi, bersamaan dengan itu muncullah ekonomi global terbaru seperti BRIC (Brasil, Rusia, India, China).

Lalu ketika seorang India yang berdomisili di Inggris menaklukkan Eropa sentimen pun muncul.

Guy Dolle meramaikan penolakan para politisi dengan mengangkat isu berbau etnis dan sukuisme. Dia menyebut Mittal sebagai perusahaan orang India hanyalah perusahaan biasa tidak lebih dari rata- rata. "Baja Eropa seperti Perfume, sedangkan Mittal seperti eau de cologne". Ucapnya.

Dolle juga menuduh tanpa bukti bahwa kecelakaan kerja di pabrik Mittal Steel 10 x lebih banyak daripada rata-rata industri di Perancis. Sentimen tidak mendasar ini gambaran rasa ketakutan atas ekspansi kekuatan baru ekonomi India.

Duta Besar India untuk Uni Eropa, Dipak Chatterjee mengungkapkan kecewa dengan tanggapan para politikus Eropa. "Komentar mereka sangat tidak menyenangkan," katanya.

Perdana Menteri Perancis juga mengomentari bahwa pengambilalihan itu ada di tangan pemilik saham, bukan politisi. Pantas saja Mittal dengan tenang dan damai menyikapinya. Ini adalah salah satu kecermatan dan kejelian Mittal dalam mengambil peluang usaha.

Pada 19 Mei 2006, Mittal menaikkan tawaran jadi US$ 33,6 Milyar ( Rp. 302 triliyun). Rupanya para pemegang saham lebih tergiur dengan tawaran proposal merger Mittal daripada proposal merger dari Severstal, perusahaan baja asal Rusia, yang sebenarnya lebih disukai oleh manajemen Arcelor.

Manajemen lama Arcelor pun dipaksa takluk di bawah tekanan para pemegang saham untuk menerima tawaran Mittal. Pada Juni 2006, Dalam tempo 5 bulan, lebih cepat dari dugaan Mittal sendiri Arcelor dibeli oleh Mittal.

Pembelian Arcelor pun menjadikan posisi perusahaan baja Mittal dari zero to hero atau papan atas dunia.

Apa yang dilakukan negara lain setelah Arcelor bertekuk lutut di bawah Mittal ?


Setelah Mittal berhasil mencaplok Arcelor di Eropa, sejumlah perusahaan baja papan atas di Asia, mulai India sampai Taiwan menjadi was - was akan menjadi korban ekspansi Mittal berikutnya ke kawasan Asia.

Nippon steel dan Posco, perusahaan terbesar di Korea dan Jepang merapatkan barisan mengatasi serbuan Mittal. Perusahaan baja dunia yaitu Mittal, Nippon, Posco, Arcelor adalah perusahaan baja papan atas dunia tahun 2000-an.

Nippon steel dan Posco segera pasang kuda - kuda dengan berbagi dan bertukar saham dalam jumlah besar. 

Surat kabar The Nihon Keizai terbitan Agustus 2006 menulis. Posco dan Nippon steel merogoh kocek puluhan miliar yen. Duit itu digunakan untuk saling membeli saham dalam jumlah yang besar dan saling memasok produk setengah jadi atau disebut lempengan baja.

Ketakutan perusahaan baja sekaligus menunjukkan kemampuan tinggi Mittal dalam akuisi dan merger.


Inspirasi apa yang bisa di terapkan dari kisah Laksmi Mittal dengan baja


Sejumlah pengusaha muslim Indonesia dan perhimpunan pengusaha Indonesia banyak mendapatkan inspirasi tentang keberhasilan Mittal membangun bisnis imperiumnya dalam mencekram dunia dimulai dari Zero to Hero.

Artikel Bersambung Mittal Menguasai Dunia Dengan Baja


Seperti perusahaan tepung terbesar Indonesia, Bogasari pada tahun 2004 mengakuisi interflour Group produsen terigu asal Vietnam. 

Terinspirasi dari cerita dan kisah Mittal untuk menjadikan perusahaan Global yang mempunyai daya saing tinggi dan tahan mental. Salut buat Lakshmi Mittal.