<!----><head> Page Not Found
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketika Harta Bukanlah Segalanya !

Cerita Uang Bukan Segalanya


Ada sebuah cerita yang bagus untuk direnungkan, mengenai harta benda.

Bapak yang bekerja keras siang-malam dan malam menjadi siang begitu terus sampai dia mengumpulkan uang banyak dan memiliki harta yang membuat dia menjadi orang kaya.

Masa muda dia gunakan untuk bekerja keras, menabung dan merencanakan masa depan yang indah dengan mengumpulkan banyak uang dan menumpuk harta benda dengan cara apapun yang bisa dia kerjakan, baik dengan cara halal dan cara yang haram juga ikut dia kerjakan asalkan uang-uang membuat dia terhibur dan senang.

Dia bermimpi bahwa suatu saat nanti akan mempunyai apartemen yang megah dan diisi dengan fasilitas yang mewah sehingga membuat orang lain terkagum dan tercengang dengan hasil usaha yang dia kumpulkan sejauh ini.

Impian bapak itu akhirnya tercapai juga dan apa yang dia inginkan tercapai hasil kerja keringat dan banting tulang, dia dapat mengumpulkan harta benda sesuai harapannya pada masa dulu dimana uang adalah raja dan uang adalah sumber kebahagiaan dalam hidup ini.

Artikel Lain: 5 Mitos Saat Memulai Usaha

Bapak itu tinggal di daerah Harbin di kota kecil sebelah utara China, dimana dulu dia tidak mempunyai harta sepersepun namun dia dengan kemauan dan tekad bulat dan keinginan kuat dia mewujudkan mimpi dengan bekerja keras siang jadi malam dan malam jadi siang. Dalam pikirannya yang penting apa yang bisa jadi uang harus dilakukan.

Namun sayangnya dia, tidak memperhatikan kesehatan yang selama ini dia harus jaga dan rawat, dia abaikan, sehingga ketika mimpinya terwujud untuk memiliki segalanya di dunia ini dengan uang dia sanggup mewujudkan mimpinya.

Ketika dia sudah terhanyut mimpi dan memiliki uang yang cukup banyak dan mampu membawa impian dia jatuh sakit dan badannya menjadi lemah dan tidak disadari dia menderita kanker. Hal tersebut sebenarnya sudah lama dia rasakan namun dia selalu mengabaikan dan lebih memikirkan uang karena uang adalah dewa baginya, sehat bisa dibeli dan waktu juga bisa dibeli.

Dalam pikirannya:

"Uang banyak dapat membeli hidup buat apa sakit, sakit itu hanya untuk orang yang miskin yang tinggal di lorong-lorong jembatan dan tidak makan bergizi, beda sama aku sudah bisa membeli makanan yang bergizi dan tidur di apartemen mewah". 

Lambat tapi pasti kanker tersebut menjadi mengganas dan hampir merenggut jiwanya, sehingga dia berpikir untuk datang ke rumah sakit terbaik di tempatnya.

Bapak itu dengan bangga membawa uang banyak berisi tas penuh uang dan meminta dokter menyelamatkan hidupnya dan dia punya banyak uang untuk membayar kesembuhannya, dalam pikiran bapak itu bahwa uang adalah segala-galanya atau bisa juga disebut Tuhan penyelamat.

Disaat dokter di rumah sakit Harbin mendiagnosa dengan kanker stadium akhir dan dokter di rumah sakit itu tidak bisa menolong hidupnya dan dokter itu berkata dia tidak bisa melakukan apapun karena kankernya sudah berada di stadium akhir.



Ketika Harta Bukanlah Segalanya
Kanker tidak dapat diobati dengan marah bapak tua itu menghamburkan uang ke lantai rumah sakit


Dia begitu marah dan frustasi sehingga tanpa sadar dia melemparkan uang di seluruh koridor rumah sakit. Sambil berteriak :" Apa gunanya memiliki uang ....!!! " apa gunanya memiliki uang !!!!.
Uang tidak dapat memiliki kesehatan, uang tidak dapat membeli waktu, uang tidak dapat membeli kehidupan.

Artikel Lain: Surat Kepada Tuhan

Pelajaran Tentang Harta dan Uang


Sungguh pelajaran yang bagus untuk diresapi bahwa uang itu mampu membeli keinginan kita, seperti apartemen mewah, mobil mewah, istri cantik, dll namun uang juga bukan segalanya karena dia bukan Tuhan.

Yang dapat menyelamatkan kita dalam musibah dan bencana adalah amal kebaikan kita, dengan selalu ingat menyedekahkan uang yang kita miliki dan sisihkan sebagian diantara uangmu karena ada hak-hak orang yang perlu kita kasih sedekah seperti:
  1. Orang-orang fakir (fuqara’), yaitu orang-orang yang memiliki harta yang sedikit untuk kehidupan sehari-hari dia harus bekerja diluar kemampuannya.
  2. Orang-orang miskin (masakin), yaitu orang-orang yang tidak memiliki suatu apa pun dan tidak mampu bekerja untuk mendapatkan harta yang dapat mencukupi kebutuhan makan mereka.
  3. Para pengurus zakat (al-amilun alaiha), yaitu orang-orang yang bertugas untuk mengumpulkan zakat. Mereka ini, meskipun kaya, diberi harta zakat sebagai upah atas pekerjaan mereka.
  4. Para mu’allaf yang dibujuk hatinya (al-mu’allafatu qulubuhum). Yaitu orang-orang yang baru masuk Islam, mereka diberi zakat untuk menguatkan hati mereka.
  5. Untuk memerdekakan budak (fi ar-riqab), yaitu hamba sahaya yang tidak punya jalan untuk memerdekakan diri mereka atau tawanan perang.
  6. Orang-orang yang berhutang (al-gharimun), yaitu orang-orang yang memiliki hutang yang tidak sanggup mereka lunasi. Tapi mereka bukan berhutang untuk berlebih-lebihan dan berfoya-foya.
  7. Untuk jalan Allah (fi sabilillah), yaitu pihak yang bersifat umum yang ditentukan oleh negara. Di antaranya untuk menyiapkan para mujahid, mengobati orang-orang yang sakit, dan melatih orang-orang yang tidak mampu.
  8. Orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil), yaitu orang yang berada di suatu tempat tanpa memiliki tempat tinggal dan makanan. Ia memiliki harta di tanah airnya, namun ia kehabisan bekal. Masyarakat berkewajiban memeliharanya, mencari tahu tentang ihwalnya, dan memberi bantuan kepadanya.

"Harta dan uang bukanlah segalanya, namun kita perlu harta dan uang untuk membeli segalanya".


Artikel terkait: Kenalkan aku adalah uang

Semoga kita tidak menjadi seseorang yang gila harta dan gila dengan dunia, seperti cerita diatas.