<!----><head> Page Not Found
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memilih Teman Baik Dan Setia Untuk Ke Surga


Memilih Teman Yang Baik Untuk Pergi Ke Surga


Sobat angkringan sosial, manusia adalah makhluk sosial yang tidak luput dari salah dan dosa, ketika manusia sedang sakit dan menjelang kritis dari sakit maka seseorang itu akan mengalami sesuatu keadaan dimana dia mengalami masa yang sulit.

Mengenang dengan kondisi dimana dia berbaring dan selalu sabar dalam merasakan sakit di tempat tidur membuat penderita terkenang perbuatan masa lalu.

Lalu ada cerita tentang teman yang baik dan setia untuk ke surga itu seperti apa?

Ada cerita yang bagus untuk disimak dari sebuah cerita di bawah ini.

Cerita di Rumah Sakit


Ketika Joni mengunjungi seorang teman yang sedang berbaring sakit di rumah sakit, lalu dia menatap temannya dan kemudian tangan Joni di genggam erat oleh si Hendra, lalu dia mulai membisikkan ke telinga Joni dengan harapan bahwa pesan rahasia ini tidak di dengarkan oleh orang lain.

Lalu Hendra mulai membisikkan kata-kata kepada Joni dan dalam berlinang air mata dan muka yang sedih si Hendra berkata:

"Jika kamu tidak melihat diriku di surga, mohon kamu tanyakan kepada Tuhan, dimana Aku berada dan Mohon bantu aku untuk bisa pergi ke surga".

Artikel Lain: Seorang Anak Bertanya Kenapa Aku Miskin

Dengan sedih dan menangis Hendra memeluk aku dan aku berbalik juga untuk berbisik kepada dia, bahwa jika aku juga tidak di Surga, mohonkan juga aku agar bisa sama-sama pergi ke Surga.

Dalam keadaan sekarat dan kami berdua mengalami sedih yang mendalam dimana kondisi yang tidak memungkinkan untuk hidup lama Hendra membuat kami bersedih.

Kami berdua menangis tersedu dan menyadari mengenai kondisi ini.

Lalu aku memberikan semangat dia untuk sabar.

Ketika Pulang Dari Rumah Sakit


Pesan yang disampaikan Hendra itu membuat Joni menjadi terngiang-ngiang dimana pesan itu pernah disampaikan oleh ulama besar pada jaman Rosullulah bahwa ketika sahabat ulama besar itu bernama Ibnu Jauzi kepada sahabatnya dengan kata-kata:

"Hai Ibnu, saat aku dipanggil oleh Tuhan dan tidak ada di surga, maka mohon tanyakan kepada Tuhan bahwa aku tidak ada di surga dan kamu mohonkan agar aku bisa bisa pergi ke surga dengan tenang".

Artikel Lain: Inspirasi Andrew Darwis Dengan Kaskus

Pertanyaan si Hendra mirip dengan cerita ulama itu, bahwa pada hadist yang mengajarkan wasiat-berwasiat dalam hal kebaikan dapat membantu kita terhindar dari malapetaka dan merupakan tiket untuk ke surga.

Teman Baik dan Setia


Dalam keadaan yang global ini banyak teman yang kita dapatkan yaitu teman curhat, teman berkumpul, teman kerjaan, teman politik, dan teman yang lain.

Tapi di dunia ini tidak ada teman yang setia, dimana suatu saat ketika kita meninggal maka akan berpisah oleh garis kematian dan masing-masing membawa amal sendiri-sendiri, tidak ada malaikat yang bisa di suap dengan harta kita.

Sewaktu kita meninggal hanya amal yang kita bawa dan apa amal itu?

Amal merupakan suatu bentuk dari perbuatan kebaikan kepada umat manusia, Tuhan dan Makhluk lain di dunia.

Ada 3 amal yang tidak putus-putus walau kita meninggal dunia, yaitu:
  1. Anak yang sholeh
  2. Ilmu bermanfaat
  3. Amal Jariyah

Teman yang baik dan setia dalam mengantarkan kita ke surga adalah 3 amal itu dan ditambah satu teman yang baik dan bisa dipilih untuk pergi ke surga.

Lalu, kenapa kita memilih teman yang baik?

Teman yang baik selalu mengingatkan wasiat ketika kita sedang terlena, khilaf, salah dan mengajarkan tentang kebaikan dan selalu memintakan doa dari setiap kesalahan kita agar kita mampu pergi ke surga.

Jadi siapa teman yang baik itu?

Artikel Lain: Please Send Me A Card - Kirimi Aku Kartu

Berpikirlah, pejamkan mata dan mulailah dengan mencari dari semua teman yang ada di lingkaran kita, coba temukan satu teman yang baik itu.

Jika kamu mampu menemukan teman baik itu, maka kamu mampu pergi ke surga dengan doanya.

Teman yang bertakwa adalah teman yang mampu membawa kita ke surga, disertai amal yang cukup merupakan syarat untuk pergi ke surga.